|
|
BAGAIMANA KIAT SUKSES MENJADI TUTOR DI TVE

Oleh : Baharuddin
Pendahuluan
Presentasi merupakan sebuah keterampilan untuk menyampaikan informasi yang didukung oleh media agar materi dapat diterima peserta didik secara efektif dan efisien. Mempresentasikan suaatu materi didepan umum diperlukan kesiapan yang cukup, baik materi maupun media pendukung. Banyak eksekutif, konsultan, dosen, peneliti, instruktur, penyuluh, dan profesi lainya takut gagal berbicara didepan rekan-rekan, kolega, pelanggan, staf dan kelompok penting lainnya. Sukses suatu presentasi tidak terletak pada penguasaan subyek pengetahuan saja, tetapi kemampuan berbicara efektif, menjadi peting untuk dipelajari dan dilatih. Niki Flack mantan artis, Kreator terkenal dan pembicara pada Power Talk terkanal di Australia dalam Arry Akhmad A (2008) mengatakan “berbicara di depan umum adalah performing, karena bukan terletak pada aktivitas alami yang diperoleh sejak lahir, tetapi penekanan pada keterampilan komunikasi lebih dominan, dimana dibutuhkan pelatihan”. Lalu bagaimana kalau presentasi dilakukan melalui layar kaca (televisi) apakah sama dengan melakukan didalam ruangan diklat (ruang belajar)?
|
|
Read more...
|
|
Soft Launching dan Penadatanganan Kerjasama Kediklatan
DIKLAT JARAK JAUH PUSDIKLAT TENAGA TEKNIS

Hari yang ditunggu-tunggu itu ahirnya datang juga, yaitu tepatnya tanggal 16 Pebruari 2009 bertempat di gedung Pusdiklat Departemen Agama Jl. Ir. Juanda No.37 Ciputat, Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan melakukan soft Launching (peluncuran) Diklat Jarak Jauh (DJJ) yang dilakukan oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama bapak Prof. Dr. H.M. Atho Mudzhar.
|
|
Read more...
|
|
ORIENTASI TUTORIAL DJJ MELALUI DI TV EDUKASI
 
Belum lama ini Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan mengadakan kegiatan Orientasi Tutorial DJJ (Diklat Jarak Jauh) Melalui Televisi edukasi. tepatnya tanggal 3 sampai dengan 6 Juni 2009. Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama antara Pusdiklat Tenaga Teknis dengan Pusatekom ini diikuti oleh para Widyaiswara (WI) utusan dari Balai Diklat Keagamaan Seluruh Indonesia sebanyak 20 orang.
Pada saat pembukaan Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis menyampai beberapa hal tentang peran dan tanggung jawab WI dalam dunia kediklatan. Beliau bercita-cita bahwa WI kedepan dapat dibanggakan tidak hanya dilingkungan Depag tapi juga dapat diandalkan ditempat-tempat lainnya. Walaupun agak berat dan banyak tantangan, diharapkan bahwa suatu saat kita Insya-Allah akan sampai menggapai cita-cita yang mulia itu. Mengapa beliau mengatakan demikian? Hal ini disebabkan karena Pusdiklat sudah luar biasa melakukan pembinaan dan peningkatan mutu WI. Kita dapat melihat kenyataan seperti mulai dari lokakarya, orientasi (termasuk orientasi ilmiah), temu karya WI, seminar, sampai pada diklat berjenjang. Bahkan tahun ini pusdiklat akan mengirim WI belajar untuk meningkatkan mutunya ke Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Depdiknas.
|
|
Read more...
|
|
|
SOSIALISASI DJJ

Sebagai tindak lanjutan dari kegiatan Diklat Jarak Jauh (DJJ), belum lama ini Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan melakukan sosialisasi DJJ ke daerah – daerah. Kegiatan sosialisasi ini khususnya dilakukan disuluruh Balai Diklat Keagamaan (BDK) yang tersebar di seluruh Indonesia. Bila dibandingkan dengan Diklat yang ada di Depdiknas dimana setiap propinsi minimal ada satuLembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) plus 12 Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik Tenaga Kependidikan (P4TK), maka Jumlah BDK Depag masih tergolong sedikit yaitu hanya 12 buah plus Pusdiklat Teknis Jakarta.
Keduabelas BDK tersebut adalah 3 BDK berada di Sumatera yaitu Medan, Padang, Palembang, dan 4 BDK di P.Jawa, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya. Sedangkan di Kalimantan hanya ada BDK Banjarmasin. Sementara di Sulawesi ada BDK Makasar dan BDK Manado. Selanjutnya wilayah Timur lainnya ada BDK Bali dan BDK Ambon.
|
|
Read more...
|
|
Dalam upaya peningkatan mutu guru Madarasah Tsanawiyah (MTs) Pusdiklat Teknis mengadakan Diklat Fasilitator Pembelajaran IPA Guru MTs di Alam Terbuka (Riset Ilmiah). Diklat Resit Ilmiah yang berlangsung pada tanggal 8 s.d 15 Juni 2009 ini bertempat di Kebun Raya Cibodas dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Cianjur – Jawa Barat.
Riset Ilmiah ini dikiuti oleh perwakilan guru terbaik dan pengurus KKG/MGMP berjumlah 30 orang utusan dari seluruh Kanwil Depag Seluruh Indonesia. Diklat yang metodologi pembelajarannya memanfaatkan alam sebagai subyek ini bertujuan untuk membekali guru agar memperoleh penguasaan dan pemahaman yang luas tentang bagaimana alam dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang efektif, murah, dan mudah. Dengan demikian diharapkan nantinya para guru yang berstatus sebagai fasilitator (guru inti) ini kiranya dapat menerapkannya dalam pembelajaran di Madrasah dan menularkan ilmu yang diperoleh kepada rekan sejenis didaerah masing-masing.
Selain daripada itu Pusdiklat Teknis juga telah melakukan pengkarantinaan WI untuk mengikuti TOT (Training Of Trainer) Sains di P4TK IPA Bandung selama 14 hari (21 Juni s.d 4 Juni 2009. TOT WI Sains ini adalah hasil kerjasama Pusdiklat Teknis Depag dengan P4TK IPA Depdiknas Bandung. Kerjasama ini disamping sebagai wujud implementasi dari salah satu dari paradigma kediklatan yang telah dicanangkan Kepala Balitbang dan Diklat Depag, tentunya juga adalah dalam upaya meningkatkan mutu WI sains Depag agar bisa mengejar ketertinggalan dan dapat sejajar dengan WI yang berada di Departemen lain.
TOT yang diikuti oleh 41 orang WI dengan spesialisasi 11 orang WI Biologi, 16 orang WI Kimia, dan 14 orang WI Fisika ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi WI IPA dilingkungan Departemen Agma (Depag) dalam pembelajaran IPA, dan meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya penguasaan materi IPA (literasi sains).
Dari dua kegiatan besar di atas, muncul satu pertanyaan “akankan berdampak bagi peningkatan mutu pembelajaran IPA bagi siswa di madarasah?”
Tentunya kita berharap dengan meningkatnya mutu WI IPA dan fasilitator guru Inti IPA MTs akan terjadi proeses transfer of learning bagi peserta didik yang bersifat teacable (materi mudah diajarkan) dan assessable (mudah dijangkau peserta didik).
Selanjutnya dengan penguasaan materi Sains (Fisika, Kima, Biologi, dan IPA terpadu) yang lebih mendalam bagi WI dan Fasilitator, diharapkan bermuara pada peningkatan mutu peserta didik dalam memhami konsep sains dan aplikasinya dijenjang MI, MTs, dan MA secara tuntas. Semoga. (bhr)
|
|
|